Meditasi untuk Lawan Efek Macet

DuniaOtak.com melakukan riset mikro melibatkan 30 orang responden kelas menengah pekerja kantoran di Jakarta, yang setiap harinya berjibaku dengan kemacetan lumrah ala ibukota. Hasilnya sudah bisa diduga 🙂

26 Orang mengalami kelelahan kronis (namun tidak begitu terasa karena kemudian banyak minum kopi/kafein/energy drink/vitamin), stress yang menyesakkan (namun direpresif dengan seks/hiburan/makan), kekhawatiran kronis (namun diredam dengan kegiatan komunitas), dan beberapa masalah emosi lainnya.

Dari 26 orang ini, 19 diantaranya sering mengalami nyeri dan ketegangan syaraf pada pundak maupun punggung, 4 orang mengalami gangguan asam lambung, 3 orang mengalami gejala gangguan kardiovaskular.

Uniknya, empat orang tersisa tidak banyak mengalami hal-hal yang dialami oleh 26 orang lainnya dan tampak lebih muda dari umurnya. Ternyata empat orang ini, dua diantaranya adalah praktisi yoga dan meditasi, satu orang adalah orang yang mendalami agama, dan satu orang lagi adalah pernah belajar NLP & Hipnoterapi.

Ada satu kesamaan dari empat orang ini, mereka sama-sama menerapkan meditasi dalam keseharian mereka.

Continue reading Meditasi untuk Lawan Efek Macet

TakeOver Hacker pada DuniaOtak.com

Selama 3 bulan, sejak akhir Juni 2015, kami mengalami take-over alias pengambilalihan akses admin DuniaOtak.com oleh hacker, sehingga akses login ke website tidak dapat kami lakukan dan oleh karenanya update artikel juga tidak bisa.

Syukurnya, konten website tidak diganggu gugat untuk sementara ini. Mungkin mulai beberapa hari kedepan, kami bisa mengupdate kembali dengan normal 🙂

Terimakasih telah mengakses DuniaOtak.com .

The Beauty Of Jazz & Mind Technology

Bagaimanapun juga, selera musik adalah pilihan pribadi. Jadi, membicarakan tentang Jazz disini adalah sepenuhnya perspektif pribadi, terlepas dari manfaatnya dilihat dari aspek Teknologi Pikiran.

Kalau selera kamu pembaca DuniaOtak kebetulan adalah Jazz, maka artikel ini mungkin cocok dan makin menguatkan kecintaan pada Jazz, apapun alasan sebelumnya 🙂

Continue reading The Beauty Of Jazz & Mind Technology

Oksigen itu Mahal, Jack !

Jadi makhluk paling superior di planet ini, memang membuat kita kadang tidak terlalu memperhatikan atom-atom kecil yang menyandang kehidupan kita.

Bagi otak kita, Oksigen itu sangat penting. Selain membuat kinerjanya tetap kinclong, oksigen juga secara tidak langsung membantu pikiran kita tetap jernih.

Coba menghirup asap knalpot selama 5 menit, DuniaOtak bertaruh otak dan pikiran anda sulit untuk jernih bahwa ini hanya percobaan saja. Hehehe.

Continue reading Oksigen itu Mahal, Jack !

Strategi Multi-tasking Produktifitas (Part 3)

Ini sambungan dari Part 1 dan Part 2 sebelumnya.

Setelah menggunakan Apps Timer untuk membagi partisi waktu dalam satu jam, kini DuniaOtak akan menunjukkan cara untuk membagi partisi fokus dalam satu hari.

Partisi fokus dalam satu hari sebenarnya bisa untuk banyak pekerjaan maupun bisnis sekaligus. Ini sangat baik jika kita memiliki banyak project yang setiap hari membutuhkan perhatian beberapa saat saja.

Continue reading Strategi Multi-tasking Produktifitas (Part 3)

Teknologi Pikiran untuk Startup

Ada banyak cara untuk membangun startup bisnis. Salah satu afiliasi DuniaOtak.com memiliki alternatif untuk membantu para entrepreneur membangun startup bisnis mereka. Untuk sementara ini karena belum launching, afiliasi ini bisa kita sebut dengan inisial NS.

NS meluncurkan aplikasi Teknologi Pikiran sebagai tools untuk Startup mengelola operasional-nya sehari-hari.

Unik sih menurut DuniaOtak, karena menyasar bukan sekedar cara, tapi juga sebuah sistem yang dikemas dalam sebuah Apps. DuniaOtak berkesempatan untuk mencoba Apps mereka yang masih dalam beta-tester ini, dan hasilnya…

Hmm, gak terlalu ngefek sih, karena DuniaOtak juga sudah menggunakan Apps yang mirip seperti yang mereka kembangkan. Anyway, this is always a good idea 🙂 Jadi kalau mereka sudah resmi launching, akan DuniaOtak update disini.

Push-Up = Hukuman ? No !

Ini masih tentang push-up, satu-satunya missleading yang menyebabkan sebagian besar orang malas push-up, adalah penyalahgunaan push-up sebagai “hukuman”.

Masih ingat waktu SD, SMP, SMA bahkan hingga kini, kita pernah dihukum push-up atas kesalahan yang kita perbuat ?

Jadi sebenarnya, rasa “nyeri” yang menyertai push-up, bukanlah karena push-up itu sendiri, melainkan karena luka emosional yang dulu pernah kita alami saat dihukum dengan push-up beberapa puluh kali.

Continue reading Push-Up = Hukuman ? No !